Hidup bukanlah hal yang mudah. Semua penuh perjuangan. Demikianlah kesetiaan setiap orang. Bagaimana hubungan bisa dipertahankan. Semua itu penuh perjuangan yang sangat besar. Terkadang kita mencintai orang yang tidak mencintai kita. Terkadang kita sudah mencintai orang yang tepat namun hal ini tidak selalu menjamin untuk mendapatkan ending yang bahagia. Dalam menjalin sebuah hubungan, kita tentunya ingin mendapatkan ending yang indah seperti yang ada dalam film-film dan dongeng-dongeng yang ada di televisi. Namun, hal itu tidak semudah membalikkan telapak tangan kita.
Bagaimana sebuah hubungan dapat berakhir baik atau buruk, itu semua tergantung dari kesetiaannya. Seorang pacar dapat selingkuh dengan orang lain jika kesetiaannya hilang. Seorang karyawan juga bisa menjadi penghianat perusahaan jika tidak adanya kesetiaan terhadap perusahaan. Apakah diri kita adalah orang yang setia? Hanya diri kita yang tahu jawabannya.
Saya pernah mendapat SMS dari teman saya. “Ada sebatang POHON yang tua, bila HUJAN turun, beberapa helai daun tumbuh. Bila MUSIM GUGUR datang, ANGIN menerbangkan semua DAUNnya. Jika diberi pilihan, maka kamu ingin jadi apa? HUJAN, ANGIN, MUSIM GUGUR, DAUN, atau POHON? Nanti aku kasih tahu jawabannya.” Begitulah kira-kira SMS yang saya dapatkan.
Waktu itu spontan saya menjawab POHON. Saya memiliki pemikiran sendiri tentang pohon. Kemudian saya mendapat SMS balasan yang kira-kira seperti ini. “MUSIM GUGUR artinya kamu bisa mencintai 2 orang sekaligus, POHON artinya kamu orang yang setia pada pasanganmu. Angin artinya kamu orang ketiga dalam cinta segitiga. DAUN artinya kamu adalah playboy/playgirl. Dan HUJAN artinya kamu mencari seseorang yang benar-benar cinta dan sayang padamu”.
Mengapa saya bisa memilih POHON? Dalam benak saya, saya berpikir, dimana pohon, sebuah tanaman yang jika ditanam dengan baik pada tempat yang sesuai, maka dia akan dapat tumbuh dengan baik. Setelah dia besar, maka tidak mudah untuk memindahkannya. Dimana dia ditanam, disitulah dia selamanya sampai dia mati. Dalam sebuah hubungan, jika hubungan itu dirawat dengan baik, maka selanjutnya pohon harus ditiru. Sampai kapanpun kita akan tetap setia pada pasangan kita. Itulah konsep pohon dalam pikiran saya. Oleh karena itu, saya membalas pohon kepada teman saya. Dan hasilnya benar-benar yang ada dalam pikiran saya.
Tidak lama kemudian, saya menonton sebuah film berjudul “Endless Love”. Dalam film ini, seorang anak perempuan ditanya oleh kakaknya, “Jika kamu terlahir kembali, kamu ingin terlahir sebagai apa?”. Lalu, anak perempuan ini menjawab, “Aku ingin menjadi pohon”. Kakaknya kemudian bertanya mengapa dia memilih pohon. Perempuan itu menjawab, “Karena setelah pohon itu ditanam, maka dia tidak akan kemana-mana lagi. Selamanya dia akan berada disana”. Sebuah jawaban yang tidak jauh beda dengan pemikiran saya selama ini dengan memakai pohon sebagai simbol sebuah kesetiaan yang paling baik.
Mempertahankan kesetiaan tidaklah gampang. Banyak godaan yang akan kita hadapi. Bagaikan pohon yang bertahan dari hujan dan badai. Jika akar tidak kuat, maka selesailah semua. Pohon akan terbawa angin atau air. Dalam realita kehidupan, angin dan air diibaratkan godaan-godaan yang muncul. Jika kita tidak memiliki kesetiaan yang tinggi, maka kita pasti akan meninggalkan orang yang kita cintai karena godaan tersebut seperti pohon yang terbawa arus.
Walau godaan banyak, cobalah tetap berusaha menghadapinya. Saat kita berhasil melewati semuanya, maka kebahagiaan akan kita dapatkan. Ingatlah. Tidak ada yang gratis di dunia ini. Semua pasti butuh pengorbanan. Setelah pengorbanan kita cukup, kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan. 
Posted by Yellow on July 10, 2009 at 8:40 PM
Kalau relationship yang dibutuhkan bukannya komunikasi dua pihak? Selama komunikasi tetap sepaham, mudah2-an tidak ada yang aneh2 bukan?
Posted by Ferry on July 22, 2009 at 12:04 PM
Komunikasi juga adalah salah satu faktor tapi walau komunikasi lancar blm tentu menjamin sebuah hubungan tetap lancar. Pengalaman telah membuktikan kok. Masih ada faktor2 lainnya. ^^
Posted by miftahrahman on July 21, 2009 at 11:44 PM
inspiratif. keren. salam kenal.
Posted by korwil on July 28, 2009 at 8:43 PM
Cukup bagus, perlu updating terus untuk kominikasi dan informasi bersama
Posted by Ferry on August 5, 2009 at 1:16 PM
thx y.. ^^
untuk sementara saya belum dapat mengupdate blog ini dikarenakan suatu hal..
saya akan secepatnya kembali untuk mengupdate blog ini..
thx ^^
Posted by Aulia on October 30, 2009 at 3:48 PM
tapi bagaimana kalau daun, musim gugur, dsb dimisalkan dengan tamsilan yang baik? apa justru mereka akan bernilai sama juga dengan pohon? :0