3 x 8 = 23 ???

Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang.

Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat. Pembeli berteriak: “3×8 = 23, kenapa kamu bilang 24 ?”

Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: “Sobat, 3×8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi”.

Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata: “Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan”.

Yan Hui: “Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bagaimana?”

Pembeli kain: “Kalau Confusius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?”

Yan Hui: “Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu”.

Continue reading

Thanks, Mom

Mama adalah sosok perempuan yang sangat berarti untuk kita semua. Tanpa mama, kita tidak akan pernah ada di dunia ini. Karena cinta mama yang sangat besar kepada kita, maka kita menjadi seperti sekarang. Walau sebesar apapun kesalahan kita, mama tidak pernah membenci kita. Dia selalu menganggap kita adalah buah hatinya yang selalu dia sayang. Dia rela mengorbankan apapun asalkan kita dapat bahagia. Semua rela dia lakukan.

Tentu kita pernah mendengar kasus seorang mama melakukan pencurian untuk memberi makan anaknya. Tentunya dia tahu kalau mencuri itu salah. Tapi dia tidak berpikir dosa apa yang akan dia dapat, asalkan anaknya bisa mendapatkan makanan dan hidup dengan baik. Sebesar inilah cinta seorang mama kepada anaknya. Tidak ada cinta yang lebih tulus daripada cinta seorang mama kepada anaknya.

Continue reading

Sebuah Pensil

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat .”Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?” Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,”Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai.”

“Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti” ujar si nenek lagi.Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai. “Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya.” Ujar si cucu. Si nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini.” “Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini.” Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.

Continue reading

Aku Cinta Kamu Selamanya?

Masih bermain di seputar topik cinta kali ini. Sebuah kata manis yang biasa terucap oleh kedua pihak insan yang sedang asik-asiknya. “Sayang, aku akan mencintaimu seumur hidupku” atau “Aku akan mencintaimu sampai aku mati” bahkan ada yang bilang “Aku cinta kamu, hingga matipun aku ingin tetap bersamamu”. Kata gombal yang sangat indah buat didengar yang mana pasangan kita akan percaya mentah-mentah karena terbawa suasana yang seperti dunia hanya milik berdua.

Continue reading

Cinta Tidak Harus Memiliki, Bisakah?

Cinta tidak harus memiliki, sebuah kata-kata indah yang sering terdengar oleh telinga kita. Namun, bila kita telah mengalami cinta itu, bisakah kita melepasnya karena kita berpikir cinta itu tidak harus memiliki, asalkan orang yang kita cintai itu bahagia maka kita juga ikut bahagia. Kenyataan di lapangan, tidak mudah melepaskan seseorang yang kita cintai. Asalkan orang yang kita cintai bahagia, kita juga ikut bahagia, benarkah ini? Mungkin memang benar tapi apakah bahagia lagi yang kita rasakan apabila orang yang kita cintai itu asik dengan orang lain? Jawabanya akan menjadi sakit hati.

Continue reading

Kesetiaan dan pohon

Hidup bukanlah hal yang mudah. Semua penuh perjuangan. Demikianlah kesetiaan setiap orang. Bagaimana hubungan bisa dipertahankan. Semua itu penuh perjuangan yang sangat besar. Terkadang kita mencintai orang yang tidak mencintai kita. Terkadang kita sudah mencintai orang yang tepat namun hal ini tidak selalu menjamin untuk mendapatkan ending yang bahagia. Dalam menjalin sebuah hubungan, kita tentunya ingin mendapatkan ending yang indah seperti yang ada dalam film-film dan dongeng-dongeng yang ada di televisi. Namun, hal itu tidak semudah membalikkan telapak tangan kita.

Bagaimana sebuah hubungan dapat berakhir baik atau buruk, itu semua tergantung dari kesetiaannya. Seorang pacar dapat selingkuh dengan orang lain jika kesetiaannya hilang. Seorang karyawan juga bisa menjadi penghianat perusahaan jika tidak adanya kesetiaan terhadap perusahaan. Apakah diri kita adalah orang yang setia? Hanya diri kita yang tahu jawabannya.

Continue reading

Rahasia kecil kebahagiaan

smile faceRahasia kebahagiaan adalah memusatkan perhatian pada kebaikan dalam diri orang lain. Sebab, hidup bagaikan lukisan: Untuk melihat keindahan lukisan yang terbaik sekalipun, lihatlah di bawah sinar yang terang, bukan di tempat yang tertutup dan gelap sama halnya sebuah gudang.

Rahasia kebahagiaan adalah tidak menghindari kesulitan. Dengan memanjat bukit, bukan meluncurinya, kaki seseorang tumbuh menjadi kuat.

Continue reading

4 things you can’t recover

Sebuah batu… setelah dilemparkan!

Continue reading

Salesman yang gagal

Seorang salesman Coca-Cola baru saja kembali dari tugasnya di Pedalaman Tembok China. Dengan wajah yang sangat kecewa ia berhadapan dengan bossnya. Si Boss bertanya “Kenapa kamu gagal melakukan transaksi di China?” “Saat tiba di China saya begitu yakin bisa menjual produk kita…” kata si salesman. “Cuma, ada satu masalah, saya tidak mengerti bahasa China, jadi saya memutuskan untuk mempromosikan produk ini melalui poster bergambar….”

Continue reading

Tentara tidak bisa menembak

Terkisah ada seorang tentara yang sangat cerdas. Dia mahir bela diri, mahir strategi fisik nya kuat. Namun dia sangat lemah di bidang menembak.

Pada suatu latihan sang komandan menyuruhnya menembak papan sasaran sejauh 20 m. dorr..dorr..dorr.. Setelah puluhan peluru ternyata tak satupun yang kena tepat ditengah, bahkan menyenggol papan sasaran pun tidak.

“Aduh.. Kamu ini kok gak bisa nembak segitu aja. Ayo coba dari 10 m” kata komandannya.

Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.